Selasa, 26 Januari 2021

Media Sosial sebagai Sarana Belajar dan Berkarya

 

Sahabat Rinny, menggunakan media sosial untuk apa? Membaca berita, khabar teman-teman, atau kepo sama artis? Semua bisa dilakukan dengan media sosial. Kalau dimanfaatkan dengan baik, bisa berdampak negatif. 57% masyarakat menggunakan media sosial. Dulu hanya berkirim kabar melalui surat, melamar pekerjaan melalui lowongan yang ada di media cetak. Lalu mengirimkan surat melalui kantor pos. Saat ini teknologi berkembang pesat. Jadi email sebagai media untuk mengirim surat.

      Awalnya ada media sosial dengan adanya internet. Saat ini media sosial ada banyak sekali. Seperti youtube, facebook, instagram dan lainnya.

     Media sosial adalah sebuah media untuk berbagi informasi, media daring yang digunakan untuk berinteraksi, berpatisipasi melalui forum dan dunia virtual tanpa batas ruang dan waktu. Blog, sebagai media sosial yang paling umum yang digunakan masyarakat di seluruh dunia.

       Media sosial juga didefinisikan sebagai sebuah kelompok aplikasi yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content. Di bangun atas dasarideologi dan teknologiweb 2.0 menurut Andreas Kaplan dan Micheal Haenlein.

      Awalnya media sosial saya gunakan untuk temu kangen dengan teman-teman lama. Tapi, ternyata bukan hanya itu. Saya juga bisa belajar sekaligus berbagi ilmu. Dengan teman-teman, mendapatkan teman batu juga.

      Belajar tentang apa saja. Bukan hanya menulis, juga parenting, kesehatan, dan lainnya.

       Awalnya ada My space dengan satu juta pengguna aktif setiap bulannya. Menjadi tonggak ada tahun 2004.  friendster menjadi media untuk menyampaikan pesan secara daring sekitar tahun 2002, begitu sukses di Indonesia, Filipina. Sebagai situs kencan. Tetapi, dalam perkembangannya. Kini friendster hanya menjadi situs game online. CEO Jhonathan Abrahams. lalu ada email dan yahoo messeger. Seiring perkembangan lahirlah facebook.

       Dilansir oleh our Workd in data facebook memiliki 2,6 miliar pengguna di seluruh dunia. Memiliki platform media sosial seperti youtube, whattsapp yang juga memilikimiliar pengguna di seluruh dunia.

     Facebook didirikan oleh Mark Zuckerberg bersama teman-temannya pada tahun 2004. Untuk memoromosikan produknya sebagai mahasiswa harvard. Selama 2 tahun penuh, menjadi situs orienrasi kampus. Sampai akhirnya sibuka untuk umum pada tahun 2006.

       Peter Thief seorang peringgi Silicon Valley dan milyarder menginvestasikan uangnya untuk perkembangan facebook.

    Google melihat kesusesan facebook juga mereka mendirikan google+. Twitter dan lainnya.

      Melalui facebook, saya review produk, berkarya, juga belajar. Awalnya mengikuti kelas menulis artikel sampai mengikuti training belahar canva design.

      Melalui blog berbagi ilmu juga berkarya. Alhamdulillah walau belum berhasil menang lomba. Setidaknya bisa menghasilkan karya. Mengikuti tantangan 30 hari menulis blogger perempuan. Review juga endorse buku “ Menemukanmu dan Menemukannya”karya Sandi Hadiat. Buku tentang bipolar disorder.

      Bergabung dengan beberapa komunitas ibu-ibu doyan nulis, ibu-ibu doyan nulis, joeragan artikel dan lainnya.

       

        Seiring perkembangan pada tahun 2019-2020 ada aplikasi untuk belajar online secara daring yaitu zoom, juga google meet.

      Adapula aplikasi untuk belajar, seperti ruang guru, quiper, e-guru dan lainnya.

        Para pelajar atau mahasiswa saat ini lebih menyukai metode pembelajaran secara online. Kelebihannya, tidak terbatas ruang dan waktu, fleksibel. Guru atau tutor hanya memberikan materi berupa ebook, atau slide melalui email atau whatssapp atau bisa juga melalui video yang dibuat oleh guru. Mahasiswa mengerjakan, menyerahkan tugas melalui email atau whatssapp. Jika ada yang ingin berkonsultasi bisa melalui video call.

      Banyak juga webinar melalui zoom atau google meet. Lembaga atau komunitas.

        Media sosial juga bisa digunakan sebagai sarana dakwah, dimana ustad memyampaikan ceramahnya. Adapula pelajaran bahasa arab, tahsin alquran, dan lainnya. Bidang keagamaan.

         Melalui youtube para blogger membuat karyanya atau seseorang membuat karya tutorial, cerita, dan lainnya.

        Facebook , platform menulis online menjadi media sosial untuk berkarya, membuat artikel.

         Mempromosikan produk berupa buku, mainan edukasi dan lainnya. Masa pandemi, banyak belajar secara online. Memperoleh informasi sangat mudah.

          Digunakan untuk kegiatan yang produktif, menghasilkan karya juga belajar.

     

Endorse buku karya Sendy Hadiat



  Tulisan ini diikutsertakan dalam 30 Days Writing Challege bersama Sahabat Hosting

Tidak ada komentar:

Pemberdayaan Kaum Perempuan di Era Digital

  Perempuan saat ini sangat berperan di era digital. Dalam forum Raden Ajeng Kartini. Dilansir berita antaranews.com perempuan harus berin...