Kamis, 20 Agustus 2020

Inilah 6 Cara Memilih Funiture Kayu


(Photo by:Sullcojang, Shutterstock)



 Di dalam rumah momies memerlukan funiture untuk menunjang keindahannya. Bagi momies yang menata rumahnya bergaya vintage atau klasik pasti menyukai perabotan berjenis kayu di rumah, berupa ukiran, pajangan dan lainnya. Momies memilih kayu dengan kualitas terbaik agar lebih awet dan tahan lama.
   Jenis kayu yang biasa dipilih adalah jenis kayu jati atau mahoni karena lebih awet, tidak mudah dimakan rayap. Adapun furniture kayu memerlukan pemilihan bahan yang baik agar dapat memperindah rumah, yaitu:
  1. ·          Disesuaikan dengan ukuran rumah.

Pemilihan furniture dari kayu memang dapat disesuaikan dengan ukuran rumah, besar atau kecilnya. Jangan sampai terlihat sempit ya, Moms. Karena terlalu banyak furniture.
· 2      Tidak terlalu banyak ukiran.
        Ukiran yang terdapat pada furniture kayu memang terlihat indah di depan mata. Namun, terlalu banyak ukiran juga tidak baik, karena selain sulit dibersihkan juga banyak debu. Akan lebih baik jika memiliki furniture yang ukirannya hanya terdapat pada satu bagian, baik bagian tengah maupun pinggirnya.
33.      Pilihlah Kayu dengan kualitas yang baik
Kayu dengan kualitas bagus dan kokoh seperti kayu jati maupun mahoni akan kuat dan tidak mudah rusak. Bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama.
·     4    Tidak ada lubang.
       Lubang pada kayu atau cocok dibuat oleh serangga yang menyebabkannya mudah rapuh dan tidak awet. Pastikan momies membeli furniture kayu yang tidak ada lubang kecil.
·     5.    Serat kayu halus.
 Jika momies raba serat kayu halus, berarti kualitas kayunya baik. Semakin halus serat kayu.Maka, semakin baik pula kualitasnya.
·      6.   Warna kayu coklat merata.
Kayu yang berwarna coklat merata, maka kualitasnya semakin baik. Bisa saja ditutup dengan vanish tetapi, jika momies membeli furniture kayu dengan warna coklat merata tentu akan semakin baik.
Begitulah cara pemilihan furniture kayu untuk memperindah rumah. Semoga bermanfaat.





Senin, 17 Agustus 2020

Cara yang Asyik Mengajarkan Bahasa Inggris Melalui Permainan


Photo: pixabay.com
 Bermain adalah salah satu cara untuk belajar Bahasa Inggris bagi anak-anak khususnya anak usia dini, seringkali mereka mudah merasa bosan jika belajar bahasa Inggris hanya sekedar menghafal saja. Dengan permainan yang variatif anak akan lebih semangat belajar dan memahami materi yang di ajarkan. 

Menurut Genevieve Roth "bermain adalah cara yang alami untuk belajar anak-anak" bermain bisa dilakukan sewaktu pelajaran akan di mulai atau setelah jam pelajaran berakhir sekitar 10-15 menit, permainan bisa di lakukan sendiri-sendiri atau berkelompok.
Guru harus kreatif dalam mengajarkan permainan, ada berbagai cara untuk mengajarkan Bahasa Inggris pada anak di antaranya:
* Pertama-tama anak di perkenalkan kata-kata bahasa Inggris. Misalnya nama-nama benda, nama-nama hari, bulan, bentuk-bentuk dan lainnya sesuai tema.
* Bermain dengan kartu bergambar sesuai tema. Misalnya ada empat kartu bergambar anak disuruh menunjuk benda yang di sebutkan guru dalam bahasa inggris. Menyebutkan nama-nama hari, bulan dengan tepukan contoh: senin: monday, dan seterusnya.
* Dengan gerakan misalnya: sit down: duduk, stand up: berdiri dan lainnya.
* Bermain dengan tebak-tebakan, permainan ini untuk anak yang sudah bisa membaca, mencocokan kata dengan gambarnya sesuai tema misalnya: buah-buahan, angka dan lainnya. permainan ini bisa di lakukan sendiri atau ber kelompok.
* Bermain dengan media papan tulis ( board games), misalnya guru menggambar angka atau bentuk anak menyebutkan kata-katanya dalam bahasa inggris.
* Bermain di luar kelas anak menebak benda yang di tunjuk guru misalnya pohon, dan lainnya.
* Bermain acak kata, mencocokan kata, dan lainnya.
Ternyata bermain selain mengasyikkan anak juga dapat belajar bahasa inggris lebih mudah dan apabila bermain dalam suatu kelompok anak belajar kekompakan dan kompetisi lho. Jadi mengajar bahasa inggris dengan permainan kenapa tidak?

Strategi dan Inovasi Pengembangan Bisnis Indscript Creative

    Apakah profesimu? Pebisnis atau penulis. Banyak yang beranggapan menulis hanya sebagai hobi atau pengisi waktu luang. Ternyata salah y...