Sabtu, 17 Desember 2016

Mengajarkan bayi berenang bagaimana caranya?



 

    Bayi sangat senang jika di ajak berenang dan bermain air selain itu berenang juga sangat bermanfaat bagi motorik dan pernafasan bayi serta mencegah obesitas.
  Berenang juga membuat bayi agar tidak takut air, melatih koordinasi keseimbangan fisik menurut penelitian. Usia bayi boleh di ajak berenang ketika bayi sudah bisa menegakkan kepala dan mengontrol badannya yaitu sekitar lima bulan.
    Ada cara-cara mengajari bayi berenang:
 * Bawalah bayi ke baby spa(salon bayi) untuk belajar tekhnik berenang dari terapis.
   * Belikan neck ring (ban leher untuk bayi) yang pas untuk bayi.
    * Ajari bayi untuk mengepak-ngepakkan tangan dan kakinya sebelumnya di masukan ke bak secara perlahan agar bayi tidak merasa takut.
   * Ada baiknya jika ibunya ikut berenang bersama bayi karena akan menjaga ke kompakkan antara ibu dan bayi.
   * Bermainlah dengan bayi saat berenang, berilah mainan yang tahan air seperti bola-bola, balon, mainan berbagai bentuk dan lainnya, bayi sangat senang jika bermain sambil berenang.
  * Berenang sebaiknya dilakukan seminggu satu-dua kali durasi 10-15 menit.
     * Jika bayi telah mengiggil tandanya harus berhenti berenang, setelah berenang sebaiknya bayi di susui, di beri minyak telon supaya hangat.
      Itulah cara mengajari bayi berenang, dengan cara yang benar bayi dapat menikmati kegiatan berenang, karena berenang itu menyehatkan.
  Sumber:
www.berenangyuk.com/content/pada usia berapa sebaiknya seorang anak belajar ? Terlalu dini mungkin tidak baik begitu kata ahli.
Www.tempo.co.id/read/news/kapanbayibolehberenang?kamis 18 September 2016/Dr Marisa T.S Pujianti, Sp.A.RS Premiere Jatinegara.
www.bidanku.com/berenang sangat baik untuk perkembangan bayi.

Jumat, 18 November 2016

Cara agar anak tidak takut petir

        Dalam beberapa hari ini hujan begitu deras di sertai petir yang menggelegar.  Seringkali membuat anak ketakutan saat mendengarnya ia menutupi telinganya atau berusaha bersembunyi.
        Ada beberapa cara agar anak tidak takut petir di antaranya:
* peluklah ketika anak menangis ketika mendengar suara petir sambil mengelus kepalanya dan membisikan kata positif seperti: tidak apa-apa nak ada ibu disini.
* Ajaklah bermain di kamarnya agar teralihkan ketakutannya akan petir.
* Tonton video edukasi atau bacakan buku cerita tentang petir sehingga anak mengetahui kalau petir adalah salah satu fenomena alam.
*Ajak berdo'a agar selalu terlindungi, agar hujan dan petir berhenti.
         Jadi kita harus tenang agar dapat menenangkan anak kita.
       Sumber:
Segmennews. Com ( sumber foto)
Www. Sekolah123.com
Parenting. co. id/ menenangkan anak takut petir.

Kamis, 10 November 2016

Cara mengajarkan bahasa Inggris pada anak

        Mengajarkan anak sesuatu memang perlu kesabaran dan strategi khusus, khususnya dalam bahasa Inggris sebagai salah satu bahasa yang digunakan sehari-hari selain bahasa Indonesia. Karena semua media seperti televisi,  koran dan lainnya sudah mrnggunakan bahasa Inggris. Di dalam kegiatan sekolah dasar bahasa Inggris sudah masuk sebagai kurikulum.
        Untuk anak usia dini di perlukan trik khusus agar anak mau belajar bahasa Inggris.  Karena anak cenderung kurang fokus dan cepat bosan. Cara yang dapat di lakukan adalah:
      * Memperkenalkan kata-kata yang di gunakan sehari-hari dalam bahasa Indonesia dan Inggris seperti: nama kendaraan,  bentuk, warna dan lainnya dengan alat penunjang seperti: gambar, flash card maupun mainan kayu.
       * Melalui lirik puisi/ lagu.
       * Melalui gerakan misalnya: stand up ( Berdiri),  sit down ( duduk),  dan lainnya.
       * Sapaan seperti good morning,  how are you? Tidy up, put your  shoes in shell dan lainnya
       *  Menonton cd edukasi bahasa Inggris
       *  Membacakan cerita bahasa Inggris.
       Mengajarkan bahasa Inggris intinya harus dengan cara yang menyenangkan dan berulang-ulang melalui melihat,  mendengar,  membaca dan menulis sehingga anak tertarik belajar bahasa Inggris dan memahami apa yang di ajarkan.
         Sumber:
Deftseducation. com
Pustakawan.  download. com

Selasa, 01 November 2016

Cara mengatasi kesulitan belajar siswa bagi Orang tua dan Guru

  Di dalam suatu proses belajar mengajar anak-anak kadang mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran,  di karenakan guru tidak mengetahui cara yang efektif untuk belajar mengajar.
      Cara belajar yang hanya di kelas dan membosankan seringkali membuat anak tidak semangat dalam belajar. Hambatan-hambatan sering dialami anak-anak di dalam belajar,  mereka merasa kesulitan untuk mengenal abjad dan angka walaupun mereka memiliki kecerdasan di atas rata-rata tetap sukar menangkap pelajaran atau  memahami dan melafalkan kata-kata tetap tidak bisa menuliskan kata-kata. Hal ini di sebut Attention Defisit disorder) kesulitan dalam konsentrasi diseleksia dan duiskalkusia, serta hiperaktif (Attention Defisit Hyperactive  Disorder) 
   Menurut kepala sekolah SD Pantara Fastrianti Hidayah anak dengan AAD dan ADHD mengalami kesulitan di dalam belajar ketika dengan siswa berdua dengan guru Ia tidak kesulitan. Anak tersebut membutuhkan pelajaran secara melihat,  mendengar, menyentuh mempraktekan tidak ada waktu untuk fokus dengan satu individu menurut Kepala laboratorium Luar Biasa Leliana Lianty di temui  secara terpisah. 
   Cara mengatasinya:
  • Dengan mengenali sebab-sebab seorang siswa yang mengalami kesulitan bisa karena faktor siswanya yang mengalami gangguan kesehatan(penglihatan, pendengaran,  dan lainnya) atau faktor internal atau faktor lingkungan suasana belajar yang tidak menyenangkan atau beban belajar dan faktor lainnya. 
  • Anak yang mengalami kesulitan belajar harus mendapat penanganan khusus misalnya les tambahan baik privat di rumah ataupun di sekolah.  Jika di kelas siswa yang mengalami kesulitan belajar di haruskan duduk di depan agar mudah memahami pelajaran atau lebih berkonsentrasi. 
  • Orang tua juga harus membimbing anak sesuai dengan pemahaman belajarnya: misalnya belajar melalui penglihatan (visual),  auditory(pendengaran) dan kinestetik (bergerak) menurut psikolog Putu Andani di dalam mother and baby fair di balai kartini (29/10/16) misalnya membacakan buku,  mengajarkan anak dengan cara menyenangkan seperti dengan permainan,  quiz,  dengan gambar dan lainnya sehingga anak memiliki kemauan untuk belajar. 
           Sumber:
Koran kompas, Deteksi kesulitan belajar anak sejak Dini,  kamis 22 september 2016
Liputan 6.com, tiga gaya belajar anak yang harus di pahami orang tua, Bella Jufita Putri,  29 September 2016, 16:00 WIB
Mantra pendieikan. Com/ 2015, Kesulitan belajar dan cara mengatasi,  11 November 2016




Sabtu, 29 Oktober 2016

Tentang saya


      Panggil saja Rinny,  mengajar Taman Kanak-Kanak (2010-2012),hobi menulis, blogger,  menulis tema tentang anak,  sesuai ilmu yang saya dapat di PGTK,  pengalaman mengajar. 

Jumat, 28 Oktober 2016

Kegiatan membaca dan menulis dalam pendidikan Usia Dini


Jict-kembangkan-pendidikan-anak-usia-dinidijakut-02e4pqvghg.jpg
              Pendidikan usia dini adalah suatu program pendidikan yang di tunjukan untuk anak usia 0-3 tahun agar dapat berkembang secara jasmani dan rohani untuk melanjutkan jenjang pendidikan berikutnya. kegiatan-kegiatan yang di lakukan adalah pengenalan lingkungan sekitar,pengenalan benda, bentuk, huruf melalui permainan contoh tactile play/ permainan dengan tangan, merupakan jenis permainan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan penglihatan dan perabaan melalui tangan, functional play. permainan mengutamakan gerakan motorik halus dan kasar/ otot besar.
             constructive play/ permainan membentuk balok, lego, dan sebagainya untuk membangun atau membentuk bangunan. permainan kreatif/creative play yaitu permainan yang dapat membuat anak dapat berkreasi, menciptakan sesuatu sesuai imajinasinya sendiri. Permainan yang dapat memegang peranan tertentu pada anak (Symbolic/drama play). Permainan yang bersifat kompetisi/ persaingan yang mempunyai peraturan tertentu. Permainan yang melibatkan penglihatan dan pendengaran ( permainan pasif) dimanapermainan dapat membuat jiwanya aktif melalui pendengaran dan penglihatan untuk dapat memahami sesuatu ( receptive play)
             Ada pula berbagai area di dalam kegiatan murid PAUD seperti area keimanan dan ke taqwaan dimana para murid di perkenalkan dengan kegiatan keagamaan, ibadah, seperti sholat, puasa dan lainnya dengan miniatur ibadah, buku-buku cerita dan gambar-gambar. Sentra alam: para murid di perkenalkan dengan kegiatan yang berkaitan dengan alam, bagaimana menjaga lingkunagn dan membuang sampah pada tempatnya. Sentra seni: dimana para murid di latih keterampilan tangan, rasa kemandirian, kemampuan memahami keindahan dengan mengelem, menggunting, melipat, mewarnai, membuat prakarya dan lainnya. Bermain peran dimana murid dilatih untuk dapat berinteraksi dengan lingkungan sekitar/ interaksi social seperti upacara, dan lainnya didampingi guru. Sentra balok: dimana para murid di latih untuk dapat mengemnagkan kemampuan matematika melalui konstruksi, membangun dan balok, lego dan lainnya.tetapi sangat di sayangkan di lembaga pendidikan  usia dini sudah di ajarkan membaca dan menulis Karena mereka belum dapat mengenggam pensil dengan baik. Seharusnya mereka hanya di perkenalkan dengan lingkungan sekitar, benda-benda, bentuk-bentuk melaui permainan atau  mereka dapat belajar mewarnai,meraba dan menggenggam dengan baik untuk motoric kasar dan halus.
Sumber:
Wwwmembumikanpendidikan.com, jenis-jenis kegiatan bermain pada pendidikan usia dini, Rini Andriani, PAUD, pendidikan anak), 26 oktober 2016
www.m.kompasiana.com, macam-macam kegiatan pembelajaran sentra PAUD, 16 juni 2014)



Pemberdayaan Kaum Perempuan di Era Digital

  Perempuan saat ini sangat berperan di era digital. Dalam forum Raden Ajeng Kartini. Dilansir berita antaranews.com perempuan harus berin...